TERAPI HIPNOSIS YANG BERFOKUS PADA INITIAL SENSITIZING EVENT (ISE)

Monday, 11 March 2024
Written by Admin Akademi Psikoterapi
Expertise by Danang Baskoro, M.Psi., Psikolog

Klien sulit untuk berubah karena trauma yang belum sembuh, seringkali menyebabkan reaksi pertahanan yang kuat saat ia dihadapkan pada situasi yang mengingatkannya pada pengalaman traumatis. Trauma tersebut dapat memicu respons emosional yang mendalam, mengganggu keseimbangan psikologis, dan meningkatkan ketegangan secara kronis.

Dalam konteks hipnoterapi, terapis dapat membantu klien untuk merespons ulang pengalaman traumatis tersebut dengan lebih adaptif dan memproses emosi yang terkait melalui terapi sugesti hipnotik.

Proses terjadinya kejadian trauma berasal dari berbagai pengalaman individu, namun fokus pada Initial Sensitizing Event (ISE) memungkinkan terapis untuk mengidentifikasi titik awal dari respons emosional yang meresahkan.

Melalui hipnoterapi, klien dapat diarahkan untuk merespons kembali ISE melalui bimbingan terapis dalam keadaan relaksasi yang dalam. Hal ini memungkinkan mereka untuk menghadapi kembali dan memproses memori traumatis dengan cara yang lebih terfokus.

Initial Sensitizing Event (ISE) menjadi titik awal yang penting dalam pengungkapan dan pemrosesan trauma. Di bawah bimbingan terapis hipnoterapi, klien dapat mengeksplorasi dan merefleksikan kembali ISE mereka dengan lebih mendalam, serta mendapatkan pemahaman yang lebih holistik tentang dampak psikologis dan emosionalnya.

Dari perspektif neurosains, Initial Sensitizing Event (ISE) berperan penting dalam membentuk jalur neural yang memengaruhi respons emosional dan kognitif seseorang. Penelitian neurosains menunjukkan bahwa ISE dapat menyebabkan perubahan struktural dan fungsional dalam otak, terutama di area yang terlibat dalam pengolahan emosi dan memori.

Sumber penelitian yang relevan, seperti penelitian neuroimaging yang dilakukan oleh A. McLean dan rekan-rekannya pada tahun 2017, menyoroti pentingnya ISE dalam membentuk jejak memori terkait trauma. Hasil penelitian tersebut menunjukkan bahwa pengalaman traumatis yang terhubung dengan ISE dapat mengaktifkan amigdala (pusat emosi) dan menurunkan aktivitas korteks prefrontal (pusat pemrosesan kognitif), menyebabkan sensitivitas emosional yang berlebihan dan kesulitan dalam pengaturan emosi.

Dalam konteks terapi, pemahaman tentang interaksi antara ISE dan respons otak yang terkait memberikan landasan penting bagi terapis hipnoterapi untuk merancang pendekatan terapi yang sesuai. Dengan menggunakan sugesti hipnotik dan teknik terapi yang terfokus pada ISE, terapis dapat membantu klien dalam memodifikasi respons otak mereka terhadap memori traumatis, merekonstruksi cara otak memproses emosi yang terhubung dengan ISE, dan memfasilitasi proses pemulihan yang lebih efektif secara neurologis.

Melalui pemrosesan ISE dengan pendekatan hipnoterapi yang terarah dan terstruktur, klien dapat mengubah pola respons otak mereka terhadap ISE, memperkuat ketahanan emosional, serta menciptakan perubahan yang signifikan dalam persepsi diri dan kemampuan adaptasi terhadap pengalaman traumatis mereka.

Pemrosesan trauma melalui hipnoterapi melibatkan intervensi terapi yang berfokus pada ISE untuk membantu klien menemukan resolusi yang lebih dalam terhadap pengalaman traumatis tersebut. Terapis hipnoterapi dapat membantu klien dalam memahami, merespons, dan mengintegrasikan kembali ISE mereka ke dalam narasi hidup yang lebih positif dan berdaya.

Penerapan pengatasi trauma dengan menghadapi ISE melalui hipnoterapi dapat memberikan pendekatan yang terstruktur dan terarah bagi klien untuk memproses trauma serta mengatasi dampaknya secara menyeluruh. Dalam sesi hipnoterapi, terapis dapat menggunakan teknik sugesti hipnotik, visualisasi, dan metode relaksasi untuk mendukung klien dalam menjangkau dan mengubah konsep diri serta respons emosional mereka terhadap ISE, membantu dalam perjalanan pemulihan traumatis mereka dengan cara yang lebih mendalam dan berkelanjutan.

Bagaimana cara menemukan ISE dan memprosesnya?

Untuk menemukan Initial Sensitizing Event (ISE) dengan menggunakan hipnosis, terapis akan mengikuti langkah-langkah tertentu dalam sesi terapi. Berikut adalah teknis umum yang dapat digunakan:

1. Induksi Hipnosis: Terapis akan memandu klien untuk mencapai keadaan relaksasi yang mendalam melalui teknik induksi hipnosis, seperti pernapasan dalam, relaksasi otot, atau visualisasi.

2. Regressi Hipnotis: Setelah klien mencapai tingkat kesadaran yang lebih dalam, terapis akan memandu klien untuk melakukan regresi waktu, yaitu mengalihkan perhatian ke masa lalu untuk mengakses memori yang terpendam.

3. Pertanyaan yang Dikombinasikan dengan Sugesti: Terapis akan menggunakan pertanyaan yang terarah dan sugesti hipnotik untuk membantu klien mengingat pengalaman masa kecil atau peristiwa tertentu yang mungkin menjadi ISE.

4. Penjelajahan dan Identifikasi: Terapis akan mendampingi klien dalam menjelajahi memori masa lalu dengan detail, membantu mereka mengidentifikasi momen spesifik atau kejadian yang mungkin menjadi pemicu respons emosional yang kuat.

5. Pemahaman dan Pemrosesan: Setelah ISE diidentifikasi, terapis hipnoterapi akan membantu klien untuk memahami dan memproses ulang ISE tersebut dengan cara yang lebih adaptif dan positif, mengubah persepsi dan respons emosional mereka terhadap pengalaman traumatik.

6. Reintegrasi dalam Kesadaran : Terapis akan memastikan bahwa klien merasa aman dan nyaman setelah menjalani proses hipnoterapi, serta membantu mereka mengintegrasikan kembali pengalaman tersebut ke dalam kesadaran yang lebih luas.

Semoga bermanfaat.

Regard,
Danang Baskoro, M.Psi., Psikolog

Artikel Terkait

Selalu ada artikel menarik di Akademi Psikoterapi untuk anda